Kenaikan
BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi memang sudah menjadi isu yang tidak baru,
karena sejak dari zaman masih pemerintahan Soekarno sampai dengan pemerintahan
yang Susilo Bambang Yudhoyono pimpin sekarang kurva harga jualnya BBM bersubsidi
semakin naik akibatnya beragam masalah pun timbul baik dari individu kecil
sampai organisasi. Dari kalangan individu sendiri ada ada golongan mahasiswa
yang dirugikan hal ini tentu bukan barang baru lagi jika kecaman dan penolakan
terhadap kenaikkan BBM bersubsidi selalu di tentang oleh mahasiswa.
Pada awalnya tujuan dari kenaikkan BBM adalah
untuk merespons harga minyak dunia yang sudah melambung tinggi melebihi asumsi
harga minyak ICP sebesar USD90 per barel. Namun pada perjalanannya ini bisa
saja menjadi ladang bisnis oleh para penguasa untuk memperkaya diri dan tentu
saja ujung-ujungnya rakyat kecil yang menjadi tumbal dari keegoisan penguasa.
Melihat potensi tersebut pks pun angkat suara untuk menolak kenaikkan bbm
bersubsisdi. Bila kita mau bercermin pada kenaikkan-kenaikkan sebelumnya
terlihat tidak terlihat berdampak positif pada kelangsunggan pemerintahan hanya
malah memicu pada kenaikkan-kenaikkan pada segment-segment yang lain.
Terjadi protes keras dari berbagai kalangan khususnya
pada pihak masyarakat menengah ke bawah dan tentu saja dari para aktivis mahasiswa
yang baru ini melakukan demo yang terjadi di makasar Aksi digelar di kantor Pertamina Divre VII
Makassar. Emosi mahasiswa dapat diredam oleh aparat Polrestabes Makassar yang
membantu proses negosiasi antara mahasiswa dan pegawai Pertamina. Saat memaksa
masuk, para mahasiswa nyaris merobohkan pagar kantor Pertamina. Dalam
penolakkannya terjadi adu pukul yang berujung pada penganiayaan di pihak
mahasiswa oleh aparat tentu saja ini menjadi memperburuk keadaan. Sepertinya
setiap penolakkan dari rakyat tidak teralu ditanggapi demokrasi yang menjadi
dasar Negara ini tidak begitu dipedulikan.
Dengan
adanya penolakkan dari PKS (Partai
Keadilan Sejahtera) yang mengisyaratkan bahwa kenaikkan BBM bersubsidi ditinjau
sudah tidak relevan lagi untuk lakukan. Penolakan PKS atas kenaikan harga BBM
itu bukan hanya pencitraan tapi ada alasan mendasar karena banyak pendapat dan
analisis yang digunakan sehingga PKS menolak kebijakan tersebut. Menilai harga
minyak dunia saat ini sedang turun sehingga tidak perlu harga BBM dalam negeri
dinaikkan. Akar masalah konsumsi tidak terkendali BBM adalah mafia penyelundup
BBM bersubsidi ke pihak asing, sementara masih banyak BBM subsidi diselewengkan
pihak tertentu untuk digunakan bagi sektor industri padahal seharunya untuk
masyarakat umum khususnya menengah ke bawah.
Kenaikan harga BBM bersubsidi itu
akan menimbulkan efek domino berupa kenaikan harga sembilan kebutuhan pokok
(sembako), biaya transportasi dan biaya komoditas yang berpotensi menaikkan
angka kemiskinan dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena biaya komoditas
naik. Kenaikan upah buruh yang baru beberapa waktu lalu diyakini tidak akan
mampu memenuhi kebutuhan hidup karena diikuti oleh naiknya harga bahan pokok
sebagai dampak kenaikan harga BBM.
Pada akhirnya rakyatlah yang akan
menanggung semua perubahaan dan beban dalam sebuah negara termasuk
kenaikkan-kenaikkan yang ditelah disepakati. mungkin untuk kalangan menengah ke
atas masih bisa menerima perubahan pada harga jual BBM karena mereka tergolong
mampu untuk masalah finansial tapi tidak dengan masyarakat menengah ke bawah.
kerena ini negara yang demokrasi harusnya suara rakyat itu didengar ,
ditanggapi, serta diimplementasikan. namun yang berlangsung hanya permainan
politik orang-orang berkuasa sepanjang mereka tidak dirugikan maka tidak
masalah pikir mereka.
Referensi:


Jumat, Mei 31, 2013
Unknown
Posted in:
4 komentar:
segala bentuk perubahan yang di tetapkan oleh pemerintah pastinya sudah di perhitungkan dengan sangat baik, mungkin saja hanya kurang memberikan pengertian kepada masyarakat saja untuk apa tujuan untuk apa sebenarnya harga BBM di naikan.
nice info bro, ^_^
Hmm, lagi lagi masalah bbm ya...
Menurut saya, untuk masalah bbm ini (baru - baru ini) pemerintah tetap mendengar aspirasi masyarakat. namun saya rasa pemerintah hanya kurang tegas dan jelas terhadap jalan yang mereka pilih... (CMIIW)
sebaiknya jika memang bbm akan dinaikan , tetap harus memeperhatikan berbagai pihak,khususnya bagi orang yang masih berpengahsilan dibawah minimum, tentunya mereka akan menerima imbasnya, mereka yang akan menderita.
ST3 Telkom
sebaiknya jika memang bbm akan dinaikan , tetap harus memeperhatikan berbagai pihak,khususnya bagi orang yang masih berpengahsilan dibawah minimum, tentunya mereka akan menerima imbasnya, mereka yang akan menderita.
ST3 Telkom
Posting Komentar